FOREX TRADING 365

 FOREX TRADING 365

FOREX TRADING 365
Halo, para Trader. Kali ini saya bakal berceritera berhubungan perilaku trading saya di masa lampau. Waktu tatkala penulis masih berstatus newbie (meskipun masa ini blm dapat dikatakan expert) di dunia transaksi trading mata uang asing yg penuh dgn gelora ini.

FOREX TRADING 365
Penulis mengenal valuta asing di thn 2005. 
Saya menghabiskan wkt membimbing beraneka macam rupa teknik analisa serta transaksi trading dalam waktu lbh kurang setahun. Saya nggak peduli walaupun masa itu saya masih berstatus sebagai tenaga pemasar di sebuah penghubung pedagang berjangka. Bakal saya, yg utama belajar dulu. Cari konsumen belakangan saja. Toh masa itu saya tak digaji, cuma menemukan komisi dari transaksi konsumen saya, itu pun jika saya berhasil memperoleh nasabah.

Bisa ditebak, perilaku itu berbuah nasehat serta nasihat panjang lebar dari supervisor penulis dulu. Beliau pun semakin benar-benar percaya jika ia salah merekrut orang. Tetapi beliau rupanya menonton potensi lain pd diri saya, sehingga akhirnya pada tahun 2008 beliau menganjurkan penulis untuk menjelma staf market analyst di makelar tersebut. But that’s another story.

Tahun 2006, saya memberanikan diri untuk transaksi trading dengan kapital patungan bersama tiga orang teman. Di nggak semua bln pertama penulis transaksi trading real account, saya menganggap performa transaksi trading saya “luar biasa”. Mengapa? Di 3 31 hari pertama, saya sukses membukukan untung berturut-turut berkisar 30% dari modal awal. Meskipun udah dibagi empat, sebagai fresh graduate kala itu perolehan sebesar itu hyn gede bagi saya.

FOREX TRADING 365
Kepercayaan diri penulis bertambah, malahan condong jumawa. 
Saya merasa sudah berada di puncak dunia. Bayangkan, dlm 3 bulan transaksi trading itu penulis tak tahu sekalipun mengerjakan cut-loss. Catat ya: TIDAK PERNAH. Itu artinya 100% dari transaksi yg saya lakukan dalam tiga bulan tersebut membuahkan profit.

Nahas, di bulan ke-4 saya tidak dapat mempertahankan prestasi. Floating loss berlarut-larut hingga akhirnya saya mengemukakan diri tidak dapat lagi mengelola kapital kami. Untungnya sempat profit, shg kalo ditotal loss kami “hanya” berkisar 50% dari kapital awal (bandingkan dgn kebanyakan pemain yang butuh hingga terkena margin call).

Masa itu saya menarik kesimpulan pengetahuan yg saya peroleh kurang lengkap. Namun nyatanya kesalahan penulis ekstra dari itu. Kesalahan pokok penulis yakni mindset yg salah beserta teknik berlatih yang nggak tepat.

Semacam kebanyakan trader pemula, waktu itu saya amat pokok bagi menerima hasil akhir yg cepat & – tentu saja – banyak. Masa itu valuta asing digambarkan sbg salah satu tampilan profesi yg menawarkan otput yg cepat. Malahan mungkin sampai masa ini pun pola pikir publik masih sama berhubungan forex.

FOREX TRADING 365

 FOREX TRADING 365

Betul bahwa pergerakan nilai mata uang jauh extra volatile dibandingkan dengan saham.
Misalnya, shg kans yang tercipta kenyataannya jauh extra besar. Di sinilah “racun”-nya. Ambisi bakal mendapatkan untung yang besar dlm wkt tdk lama seringkali membuat seorang pemain membuka transaksi yang betul-betul besar. Padahal di balik prospek untung yg besar itu tersimpan pula ancaman yang enggak kalah besarnya. Itulah sebabnya mengapa sangat direkomendasikan buat mengekang bahaya menggunakan pengaturan penerapan modal yg tepat (mengatur jumlah lot) beserta pembatasan resiko yg sinkron (manajemen resiko). Sayangnya, keinginan bagi mendapatkan keuntungan dengan cepat menciptakan byk trader melupakan urusan yg sangat mendasar dlm trading ini.

Itu juga “dosa” yg penulis lakukan dulu. Dlm pandangan saya hyn ada “untung, laba beserta untung”. Sebagaimana yg saya sampaikan di atas, dalam 3 30 hari kesatu pengetahuan trading saya tidak tahu melakukan cut-loss sekalipun. Enggak pernah membelenggu resiko dengan hentikan loss. Padahal nggak ada seorang pun yang mampu tahu persis ke mana harga hendak bergerak. Artinya, kita dapat memperoleh loss bilamana saja. Antisipasi mau kasus tsb ialah manajemen resiko, yang banyak dilupakan trader.

FOREX TRADING 365
Selain mindset, banyak juga trader yang melewati proses pembelajaran transaksi trading mata uang yang benar. 
Kebanyakan pengen tepat bisa menjalankan transaksi trading dengan sistem dgn kata lain teknik yg siap pakai. Itu pun dulu ialah dosa saya.

Saya dulu banget byk menghabiskan waktu buat membimbing bermacam-macam tata cara alias prosedur trading tanpa pakai meluangkan cukup wkt utk membimbing dasar-dasar trading. Saya sampai-sampai baru mengartikan draf pangkal trend selepas dua thn terjun ke dunia trading, yg sialnya baru penulis pelajari setelah sempat “terjungkal”. Bayangkan, ada pemain yang berani transaksi trading malahan sebelum ia paham apa itu trend yg yaitu “nyawa” dari pergerakan harga.

Penulis kerap menganalogikan berlatih trading mata uang sebagaimana mendidik beladiri. Enggak mungkin ada seorang karateka yang tepat menyandang sabuk hitam nggak pake lewat cara belajar yg panjang mulai dari sabuk putih, kuning serta seterusnya, kecuali kalau ia adalah orang substansial yang diangkat selaku anggota kehormatan perguruan tertentu.

FOREX TRADING 365
Belajar transaksi trading pun demikian. 
Seseorang semestinya mendidik ilmu berkaitan trading dari pangkal yang kompeten bersama dgn cara yg benar juga. Pelajarilah dasar-dasar trading terlebih dahulu, merupakan trend, support bersama resistance. Setelah pembaca menguasai ke tiga elemen tersebut, barulah agan mampu melanjutkan ke materi lain serupa indikator teknikal, reka bentuk value (price pattern) dengan lain-lain.

Kebanyakan kesalahan yg dilakukan pemain yakni kontan “loncat” ke proses alias bimbingan trading. Padahal bakal bisa menginterpretasikan pd kondisi sebagaimana apa sebuah proses transaksi trading dpt dipergunakan dengan kata lain tidak, kita butuh menafsirkan apa yg berubah permulaan panduan transaksi trading tersebut. Nah, utk menginterpretasikan prinsip bimbingan trading tersebut, mau enggak mau kita butuh mengerti dulu dasar-dasar trading.

 FOREX TRADING 365

FOREX TRADING 365

FOREX TRADING 365

LihatTutupKomentar